It’s the man behind the gun

Friday, October 9, 2015

Cerita orang tidur di jalanan sekeluarga

Bangun pagi di lanjut pergi ke tempat free wifi. Maksud hati hendak mencari film atau anime penenang hati. Motor masih di kunci aku terpaksa jalan kaki. Jarak antara sini dengan lokasi lumayan untuk olahraga pagi. Tanpa pikir panjang semua ku kemasi, peralatan yang akan kupakai nanti.

Satu laptop, charger mouse usb dan earphone sudah ku masukkan dalam tas. Persiapan semua sudah siap hanya tinggal lepas landas. Sekitar 500 meter kaki ini melangkah tiba tiba di kejutkan pemandangan di seberang jalan. Seorang laki laki bersama wanita dan 4 anak kecil. Tampak lusuh seperti baru saja membuka mata dan menyadari jika matahari sudah tinggi.

cerita orang jalanan

Sang lelaki sibuk merapikan tikar dan sang wanita kini berusaha membuat anaknya sadar. Oh tidak, apakah yang terjadi dengan mereka. Apakah mereka keluarga yang sedang melakukan perjalanan? Ataukah ini memang kehidupan mereka? Hari pertama melihat hal itu aku anggap sebagai pemandangan biasa di pinggiran kota.

Cerita orang jalanan - Keluarga tidur di trotoar

Beberapa hari berikutnya mata ini terbelalak karena keluarga yang kulihat kemarin sedang duduk bersama menikmati sarapan pagi walau hanya satu pincuk nasi. Waktu itu kaki ini sedang melangkah kembali. Saya ceritakan pengalaman melihat kelompok orang dengan tatanan baju agak tidak karuan tersebut kepada kawan.

Dia terkejut dan menggap semua itu mungkin hanya karena aku banyak menguap. Dan lagi orang yang kutemui bisa jadi memang sedang reuni atau tersesat. Sempat pikiran itu juga hadir di benakku, tapi apakah benar demikian, lalu kenapa mereka hanya menggunakan sepeda sedangkan umur anak yang bersama mereka yang paling besar sekitar kelas 1 sd?

Di hari berikutnya ku kembali ke tempat free wifi. Aku tetap berjalan kaki sebagai kebiasaan baru olahraga pagi. Jarak 10 meter kulihat keluarga itu lagi sedang rapat keluarga di trotoar. Sempat terlirik di mata wanita itu ada bekas ketika mereka tidur. Ku raih hp di saku dan kunyalakan camera. Aku berpura pura seolah olah sedang bermain game. Aku berjalan seperti biasanya dan berikut video yang berhasil saya rekam.


Dari video tersebut, adakah rasa iba atau belas kasihan di hati kawan kawan? Bagaimana tanggapan terhadap satu keluarga dengan satu sepeda dan 4 anak? Mereka tidur di jalanan seakan itu adalah tempat terakhir untuk merebahkan tubuh.

Mereka hanya punya sepeda jadi semua peralatan tidur, baju dan makanan di gantungkan di kanan kiri stang speda tersebut. Bagaimanakah kisah hidup mereka sebenarnya? Andai aku berani untuk mewawancarai dan menggali informasi, pasti tulisan ini akan semakin rapi dan patut di percayai.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerita orang tidur di jalanan sekeluarga

0 komentar:

Post a Comment