It’s the man behind the gun

Thursday, August 27, 2015

Komentar untuk orang sakit

Pagi ini niat hati ingin olahraga. bangun tidur langsung melakukan pemanasan. hanya sekedar pemanasan ringan sih. geleng kepala kanan kiri dua kali 4. putar putar tangan dan putar putar kaki. setelah itu saya coba untuk push up 10 kali dan diamond push up 10 kali eh ternyata tangan udah mulai terasa pegel. ya udah deh loncat loncat aja.

Kebetulan di rumah ada saluran air hujan di bawah genteng. nah aku jadikan dia sebagai target loncatan. dulu si sempat suka sama volly jadi sekalian nostalgiaan smash dan olahraga pagi. lagi beberapa kali loncatan hup. eh ternyata dada terasa sesak dan kepalal pening. mata berkunang kunang dan jatuh deh.

saya tidak sadarkan diri selama beberapa saat. saksi mata saat itu mengatakan jika saya jatuh dan tidak bisa di tanya. saksi mata tersebut bernama mbak ar. entah nama panjangnya siapa. setahu sayay hanya mbak ar saja. dia adalah asistent rumah tangga ibu kost. saya memang tidak kost tapi ruko tempat saya membuka jasa perbaikan laptop bersebelahan dengan kamar kost.

Ketika bangun saya merasa bingung. apa yang terjadi dengan diriku sebenarnya. saya merasa sedang bermimpi kemudian merasa sadar waktu terus berjalan dan saya harus bekerja jadi bangun. betapa kagetnya saat lutut, bahu dan pelipis mata terdepat darah.

Ibu kost dengen cekatan langsung mengolesi obat tawon pada luka yang saya dapat. perih memang. tapi mau bagaimana lagi katanya itu adalah pertolongan pertama yang harus di lakukan. selanjutnya ibu kost menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. awalnya saya menolak karena sudah waktunya masuk kerja dan saya belum mandi.

Namanya orang tua yang sangat peduli ya dia tetap memaksa. kebetulan teman satu kerjaan datang. lalu dia mengantarkan saya ke rumah sakit terdekat. saya ambil helm dan mengunci toko. selanjutnya capcus ke rumah sakit. sampai di rumah sakit saya masuk sendiri, daftar sendiri. teman saya hanya standby di atas motor.

kata perawat dokter sedang memimpin persalinan, tidak ada pilihan lain, saya tunggu sambil berbaring. setelah selesai saya di periksa dadanya, dokter tanya gimana rasanya. saya bilang tidak ada rasa apa apa dok . juga tidak pusing. kata dokter kemudian saya bisa langsung pulang.

Saya senang karena tidak ada hal hal yang menakutkan yang menimpa saya. setelah itu meluaslah kabar tentang jatuhnya diriku karena lompatan. kemudian ada yang berkomentar, kasian sekali sih kamu. ada juga yang bilang. makanya jangan pecicilan alias jangan gaya tuh lihat akibatnya.

untuk yang kasian dan komentar biasa saya sih tidak masalah, tapi untuk yang mengatakan, makanya jangan suka bertingkah yang aneh aneh atau salah sendiri seperti itu. itu menusuk sekali. dari kecil kata itu yang selalu muncul setiap saya mendapati kejadian atau mengalami sesuatu. kenapa sih tidak ada yang memberi komentar membangun? mereka justru menjatuhkan mental saya. akh mending tidak usah cerita apa apa kepada mereka apa yang aku alami. jika ujung ujungnya hanya kalimat itu yang akan saya terima

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Komentar untuk orang sakit

0 komentar:

Post a Comment