It’s the man behind the gun

Thursday, July 23, 2015

Kisah hebat dewi mantingan

Dewi mantingan hidup bersama adik laki laki dan kedua orang tuanya. dia besar di masyarakat yang bisa di bilang tidak terlalu kenal dengan agama. ayahnya adalah perokok berat, sedang ibunya adalah sosok wanita sholehah. begitulah saya memandang keluarga itu.

Dewi mantingan mendapat pendidikan taman kanak kanak dan sekolah dasar di desanya. desa yang jauh dari tempat tinggalku. sampai pendidikan sekolah menengah pertama dia masih di daerahnya. saat sma, dia pindak ke daerahku. dewi mantingan tinggal di tempat kakeknya.

Awal mula saya tahu dia saat penerimaan siswa baru, dia masih menggunakan seragam putih biru. waktu itu dia belum berhijab. setelah masuk, sesuai aturan di sekolahku dia akhirnya mengenakan kerudung dan tinggal di pondok. hanya sesekali dia pulang ke rumah kakeknya. dan hanya saat lebaran dia pulang ke daerahnya. mungkin karena disana ada mbak khusnul dan tantenya.

Seperti apakah sosok dewi mantingan?

Dewi mantingan adalah sosok wanita yang ramah, mudah bergaul dan sederhana. dia adalah wanita yang tidak mudah menyerah. walau masalah besar menghadapinya. setelah lulus SMK dia kembali ke kotanya dan melanjutkan di universitas. disinilah saya jarang komunikasi dan jarang bertemu.

Hingga akhirnya setelah hampir 5 tahun berpisah, ada sebuah kesempatan untuk berilaturahmi ke tempatnya. waktu itu si rendol kena marah ibu dewi mantingan. katanya sudah beberapa kali lebaran dewi mantingan mampir di tempat rendol tapi belum sekalipun rendol berkunjung ke tempat dewi mantingan dan keluarga.

Ibu rendol sangat menyetujui rencana kunjungan rendol ke kediaman ibu dewi mantingan dengan syarat dia harus di temani beberapa teman. ya memang benar si demikian, sebab tidak baik apabila dua manusia lawan jenis mengadakan perjalanan bersama. ibu rendol ingin mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan.

Karena hal itulah saya ( udin ) dewi mantingan, rendol dan slamet akhirnya berangkat ke kediaman dewi mantingan. perjalanan di mulai jam 7 pagi. kami sepakat untuk berkumpul di stasiun. berharap bisa mendapat jatah tiket ke kota berikutnya. namun sayang, tiket yang di harapkan sudah habis.

Akhirnya kami naik bus. perjalanan dari kota kami ke kota singgah memakan waktu sekitar 3 jam. biasanya sih 2 jam sudah sampai. ini karena lebaran jadi agak molor. setelah itu kami makan bakso. di tempat persinggahan ini saya agak kagok. kenapa? sebab teman teman tidak ada yang pesan minum tapi  saya pesan es teh. padahal saya sudah mendapat jatah minuman satu botol.

Karena sudah pesan ya mau bagaimana lagi. saya minum dan kami melanjutkan perjalanan. masuk bis yang berAC. sebenarnya saya tidak suka dengan bis AC, sebab bau dari semua orang pasti akan bercampur disini tanpa ada sirkulasi yang saya harapkan. karena sudah duduk ya saya ikuti saja. saya duduk di samping slamet dan rendol bersama dewi mantingan.

Sampai di kota /daerah dewi mantingan jam 3. kami turun dan membeli beberapa buah. buah nanas dan buah bengkoang. nanas saya paling suka jadi langsung saja makan. sementara dewi mantingan dan rendol sibuk selfie ria. sambil menunggu jemputan saya dan slamet juga diajak foto bersama.

Kegiatan di kediaman dewi mantingan

Jemputan pertama datang, adik dewi mantingan bernama candra mengendarai moto metic, slamet di bonceng sampai rumah dewi. sedangkan saya masih menunggu ibu dewi dengan motor putih metic tapi bukan yang di pakai candra.  saya sebagai pengemudi dan ibu dewi di boncengan. saya kembali lagi ke tempat tunggu dewi dan rendol untuk menjemput mereka. 

Akhirnya kami sampai di sana. wuih benar benar hari yang sangat pendek. biasanya kalau perjalanan dengan bus mamakan waktu hampir 8 jam ini hanya 3 jam saja.ya malah senang saya. kami minum dan sholat, kemudian di lanjutkan makan bersama. soto dan ayam goreng di sajikan. ....Bersambung

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah hebat dewi mantingan